Intelektual Muda NU: Keislaman dan Keindonesiaan Tidak Perlu Dipertentangkan

WARTA6

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 00:01

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), KH. Makmun Sukron, saat acara. (Foto Ist).

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), KH. Makmun Sukron, saat acara. (Foto Ist).

JAKARTA – Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), KH. Makmun Sukron, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara tokoh agama (ulama) dan pejabat negara (umaro’) demi menjaga keutuhan bangsa. Hal itu disampaikan melalui keterangannya, Sabtu (30/8) usai menjadi narasumber dalam sebuah podcast yang digelar di Banten, kemarin yang membahas isu-isu kekinian seputar hubungan agama dan negara.

Menurutnya, Keislaman dan Keindonesiaan tidak perlu dipertentangkan. Justru keduanya harus berjalan beriringan sebagai pijakan moral dan kebangsaan.

“Tokoh agama dan pejabat negara harus tulus serta peduli terhadap persoalan masyarakat. Kolaborasi harus lebih dominan daripada kompetisi antar kedua unsur itu, jika Indonesia ingin tetap aman dan damai,” ujar pria Kelahiran Kota Wali Demak dan lama di Ponpes Futuhiyyah Mranggen ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

FOTO BERSAMA-Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), KH. Makmun Sukron (Batik Biru) foto bersama Ulama & Tokoh, usai acara. (Foto Ist).

KH. Makmun menekankan bahwa, menjaga negara sama pentingnya dengan menjaga agama. Sebab tanpa negara yang kuat, agama pun sulit dijalankan secara baik. Ia menegaskan prinsip Himayatu ad-Din wa ad-Daulah wa al-Ummah yang bermakna agama, negara, dan umat harus berjalan beriringan karena ketiganya saling terkait.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya menanamkan nilai toleransi, baik internal maupun antarumat beragama. Bagi KH. Makmun, menjalankan agama sesuai keyakinan adalah hak setiap warga negara yang harus dihormati tanpa diskriminasi.

“Kebenaran tidak ditentukan oleh kelompok mayoritas saja. Kebenaran bersifat universal, bisa lahir dari siapa saja, baik dari kelompok mainstream maupun non-mainstream. Semua memiliki kedudukan yang sama di mata hukum negara,” tegas pria yang lama mengecam Pendidikan di Kairo dan Iran ini.

Ia menambahkan, toleransi dan kolaborasi antarelemen bangsa tanpa memandang ras maupun agama adalah kunci untuk mewujudkan harmoni sosial. Hal ini juga menjadi prasyarat bagi integrasi bangsa yang multikultur.

“Itu satu-satunya pilihan, that’s the only option,” pungkas Sukron yang pernah menjadi Wakil Ketua PWNU Banten. (Red).

Berita Terkait

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin taklimat awal tahun 2026 di jajaran Kabinet Merah Putih.
Samsuri Resmi Jadi Capres RI 2029, PCN Ajak Masyarakat Terlibat Aktif
Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Mengapresiasi Kinerja Polri yang Semakin Dipercaya Oleh Masyarakat
Partai Cinta Negeri Gunakan Deklarasi Capres untuk Satukan Visi dan Misi Perjuangan Politik Jangka Panjang
Publik Nilai Kepala BGN Layak Tuai Pujian Atas Kampanye Program Makan Bergizi Sebagai Hak Anak Indonesia
Aksi Damai Suporter Ultras Garuda, Waspada Kehadiran Kelompok Anarko
Aktivis Umpam Mengutuk Keras Tindakan Provokasi dan Anarkisme Ditengah Aksi Massa
PW GPA DKI Jakarta Lakukan Aksi di MK, Kritik Lemahnya Verifikasi Akademik dalam Rekrutmen Hakim Konstitusi

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:55

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Hadirkan 4.000 Paket Ramadan Bagi Warga Medan

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:50

Bobol Rumah Dokter di Sergai, Komplotan Pencuri Gasak Emas Rp30 Juta, Polisi Tangkap “Adi Benget”

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:08

Kakanwil Ditjenpas Sumut Tutup Final MTQ Lapas/Rutan se-Sumut dalam Gebyar Nuzulul Qur’an di Lapas I Medan

Kamis, 12 Maret 2026 - 02:08

Rutan Tarutung Gelar Buka Puasa Bersama Pegawai, Warga Binaan, dan Keluarga Warga Binaan, Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:49

KAMAK Gelar Dialog Publik dan Buka Puasa Bersama serta Santunan Anak Yatim

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:03

Panen Raya Lele dan Hidroponik, Lapas Kelas I Medan Hasilkan Ratusan Kilogram Produk Pembinaan WBP

Rabu, 11 Maret 2026 - 03:30

Perkuat Koordinasi, Bapas Kelas I Medan Terima Kunjungan Tim Kemenko Kumham Imipas

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:25

Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan, Kanwil Ditjenpas Sumut Koordinasikan Perpanjangan Kerja Sama dengan RSU Royal Prima

Berita Terbaru