Catatan Akhir Tahun 2025 GARNIZUN: Perang Melawan Narkotika Tak Boleh Lelah, Negara Harus Hadir Nyata

REDAKSI MEDAN

Rabu, 31 Desember 2025 - 01:33

50210 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA

Gerakan Anti Narkotika dan Zat Adiktif Nasional (GARNIZUN) menutup tahun 2025 dengan catatan serius dan tegas terhadap kondisi darurat narkotika di Indonesia.

Ketua Umum DPP GARNIZUN, H. Ardiansyah Saragih, S.H., M.H., menegaskan bahwa sepanjang 2025 peredaran narkotika bukan hanya belum surut, tetapi kian sistematis, masif, dan menyasar semua lapisan masyarakat tanpa pandang usia maupun status sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ardiansyah, narkotika telah berkembang menjadi kejahatan terorganisir lintas wilayah yang memanfaatkan celah hukum, lemahnya pengawasan, hingga masih adanya oknum yang bermain mata.

Ia menilai perang terhadap narkotika belum sepenuhnya dijalankan sebagai agenda darurat nasional yang menyentuh akar persoalan.

“Sepanjang 2025, GARNIZUN mencatat bahwa narkotika masih menjadi ancaman nyata bagi generasi bangsa. Ini bukan lagi isu biasa, tapi ancaman serius terhadap masa depan negara. Jika penanganannya setengah hati, maka kita sedang mempertaruhkan satu generasi,” tegas Ardiansyah dalam pers relis refleksi akhir tahun GARNIZUN yang disampaikan kepada media, Rabu (31/12/2025).

GARNIZUN menyoroti masih tingginya angka penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja dan usia produktif, serta maraknya peredaran zat adiktif baru yang menyasar lingkungan pendidikan dan pemukiman padat.

Kondisi ini diperparah oleh minimnya edukasi berkelanjutan dan lemahnya rehabilitasi berbasis komunitas.

Ardiansyah menekankan bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Pencegahan harus dimulai dari keluarga, sekolah, tempat ibadah, hingga ruang-ruang publik, dengan negara hadir secara konsisten melalui kebijakan yang tegas dan berpihak pada penyelamatan manusia, bukan sekadar angka penindakan.

“GARNIZUN tidak ingin negara hanya sibuk menangkap, tapi abai menyelamatkan. Rehabilitasi harus diperkuat, edukasi harus masif, dan aparat penegak hukum wajib bersih dari kompromi. Tidak ada ruang toleransi bagi pengkhianat perang narkotika,” ujarnya.

Sepanjang 2025, GARNIZUN mengklaim aktif mendorong kolaborasi dengan elemen masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan aparat untuk membangun kesadaran kolektif melawan narkotika dan zat adiktif.

Namun Ardiansyah mengingatkan, tanpa komitmen serius dari seluruh pemangku kepentingan, upaya ini akan selalu berjalan pincang.

Menutup refleksi akhir tahun, Ketua Umum DPP GARNIZUN menegaskan komitmen organisasinya untuk tetap berada di garis depan perlawanan terhadap narkotika pada 2026, dengan sikap kritis, independen, dan berani bersuara.

“Perang melawan narkotika adalah perang moral dan kemanusiaan. GARNIZUN tidak akan mundur. Negara harus hadir, masyarakat harus bergerak, dan tidak boleh ada lagi kompromi dengan kejahatan narkotika,” pungkas H. Ardiansyah Saragih.(red)

Berita Terkait

Kepala Rutan Tarutung Tegaskan Zero Narkoba, Penipuan Online, dan Judol di Dalam Rutan
Halalbihalal Satgas DPD IPK Kota Medan Digelar Sukses dan Meriah, Perkuat Soliditas Kader
GRANAT Apresiasi Kinerja Polda Riau, Ketua Umum: Prestasi Spektakuler Selamatkan Generasi Bangsa
Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sumut Dukung Langkah BNN Dorong Pelarangan Total Peredaran Vape di Indonesia
Koperasi Desa Mau Naik Kelas: Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Tapi Pusat Ekonomi Warga
Pasca Ricuh Panipahan, Kapolda Riau Minta Maaf dan Dorong Pemulihan Kepercayaan Publik
Tahu dan Tempe Rutan Kelas I Medan Laris Diborong pada Semarak Bazar Produk WBP Peringatan HBP ke-62 Kanwil Ditjenpas Sumut
Lapas Sibolga Deklarasikan Komitmen Anti Narkoba, Pungli, dan Handphone Ilegal

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 13:48

Semangat Kolaborasi: Polda Riau dan Pemprov Gelar Apel Satgas Anti Narkoba, IBU-IBU Panipahan Diangkat Jadi Duta

Selasa, 7 April 2026 - 10:14

Mantan Warga Binaan Bongkar Fakta: Tuduhan “Napi Jadi Raja Kecil” di Rutan Tanjung Pura Dinilai Hoaks dan Fitnah Sensasional

Senin, 6 April 2026 - 20:23

Sambut HBP ke-62, Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Halinar

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:03

IPDA Vicky Risky, Paur Bidhumas Polda Riau, Dilantik Jadi Kapolsek Teluk Meranti Pelalawan

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:35

Tuduhan Tanpa Konfirmasi Dinilai Tidak Beretika, Publik Ingatkan Kasus Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Narkoba yang Pernah Terjadi

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:45

Ketua DPD PWMOI Pekanbaru Aprianto, S.H.,M.H., Apresiasi Langkah Tegas Kapolda Riau Dalam Mengungkap Kasus Pemburuan Satwa Dilindungi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:38

Viral Dugaan Pemilik Dapur MBG di Ogan Ilir Keluarkan Kata Tak Pantas, Publik Geram

Selasa, 24 Februari 2026 - 11:46

Lapas Binjai Raih Peringkat II Penilaian Ombudsman RI 2025, Kalapas Wawan Irawan Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima

Berita Terbaru