Padang Lawas Utara –
Suasana Desa Balimbing Jae, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara, mendadak ramai. Ratusan warga memadati lokasi pelaksanaan Reses II Tahun Sidang II 2025–2026 Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muniruddin Ritonga, S.H.I., M.Ag.
Kegiatan ini berubah menjadi panggung rakyat menyuarakan harapan sekaligus keresahan yang selama ini dirasakan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Muniruddin Ritonga disambut hangat masyarakat dan sejumlah tokoh penting desa. Tampak hadir Kepala Desa Balimbing Jae Imam Munandar Harahap, tokoh agama sekaligus Ketua BPD Muhammad Porang Harahap, tokoh masyarakat Pakih Rahmat, Mangaraja Alam Harahap, serta berbagai elemen warga yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Tokoh masyarakat Mangaraja Alam Harahap dalam sambutannya menegaskan harapan besar masyarakat terhadap peran wakil rakyat.
Ia berharap kehadiran Muniruddin dapat menjadi jembatan perubahan, khususnya dalam pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan petani yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
“Kami berharap kehadiran Bapak Muniruddin membawa perubahan nyata bagi desa kami, terutama dalam sektor pertanian. Kami juga mendoakan agar bapak selalu sehat dan mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujarnya di hadapan warga.
Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun penuh makna itu, Muniruddin menjelaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat.
Ia menegaskan, DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni pembentukan peraturan daerah, pembahasan dan persetujuan APBD, serta pengawasan terhadap jalannya kebijakan pemerintah daerah.
“Reses ini bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi. Semua aspirasi akan kami bawa dan perjuangkan dalam sidang DPRD Sumut,” tegas Munir di hadapan warga.
Namun, suasana semakin hidup ketika sesi dialog dibuka. Warga tanpa ragu menyampaikan berbagai keluhan. Salah satu isu yang paling menyita perhatian adalah maraknya peredaran narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Masrahati Pohan, mewakili suara kaum ibu atau yang dikenal dengan sebutan “umak-umak”, dengan tegas meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak lebih serius.
Ia menilai narkoba telah menjadi ancaman nyata bagi generasi muda dan ketahanan keluarga di desa mereka.
“Kami minta pemerintah benar-benar memutus mata rantai peredaran narkoba. Ini sudah sangat meresahkan masyarakat, terutama kami para ibu yang khawatir terhadap masa depan anak-anak,” ungkapnya dengan penuh harap.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muniruddin berjanji akan mendorong langkah konkret bersama pemerintah provinsi dan pihak terkait.
Ia menilai pemberantasan narkoba harus menjadi perhatian serius semua pihak karena dampaknya sangat luas terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Reses yang berlangsung penuh interaksi itu menjadi bukti bahwa masyarakat Balimbing Jae masih menaruh harapan besar kepada wakil rakyat.
Warga berharap, suara yang telah disampaikan tidak hanya berhenti di forum pertemuan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata demi masa depan desa yang lebih baik. (F_01/r)
























