Isu Sukma Disebut Napi Istimewa Terbantahkan, Mantan Warga Binaan Lapas Binjai Tegaskan: Hoaks dan Menyesatkan

REDAKSI MEDAN

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:12

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINJAI –

Informasi yang beredar di sejumlah platform media sosial dan pesan berantai terkait dugaan perlakuan khusus terhadap seorang narapidana bernama Sukma di Lapas Kelas IIA Binjai dipastikan tidak benar.

Sejumlah mantan warga binaan yang pernah menjalani masa pidana bersama Sukma ketika dihubungi wartawan dari beberapa tempat terpisah,Jumat (23/01/2025) secara tegas membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks yang menyesatkan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para mantan warga binaan menegaskan, selama berada di dalam Lapas Kelas IIA Binjai, Sukma diperlakukan sama seperti narapidana lainnya, tanpa keistimewaan, fasilitas khusus, maupun perlakuan menyimpang dari aturan pemasyarakatan.

“Dia itu napi biasa, sama seperti kami semua. Tidak ada yang istimewa. Semua kegiatan, aturan, dan pembinaan dijalani sama,” ujar salah seorang mantan warga binaan berinisial AS, yang mengaku satu blok dengan Sukma saat itu.

AS juga meluruskan isu liar yang sempat berkembang terkait dugaan keterlibatan Sukma dengan narkoba, yang disebut-sebut muncul karena kebiasaannya jarang tidur malam.

“Dulu memang ada yang curiga, tapi itu cuma asumsi. Faktanya, dia punya penyakit insomnia. Dia sering stres dan banyak pikiran karena harus menjalani hukuman. Itu diketahui oleh kami yang satu kamar, bukan karena narkoba,” tegas AS.

Keterangan tersebut diperkuat oleh mantan warga binaan lainnya berinisial RH yang menyatakan bahwa Sukma dikenal sebagai pribadi tertutup, jarang berinteraksi, dan lebih sering menghabiskan waktu sendiri akibat tekanan mental selama menjalani masa pidana.

“Kalau orang stres dan susah tidur, jangan langsung dituduh macam-macam. Di dalam lapas, kondisi psikologis itu sangat berpengaruh,” ujar mantan warga binaan lain yang enggan disebutkan namanya.

Mereka menilai, narasi yang berkembang di luar telah dipelintir tanpa dasar fakta, sehingga berpotensi mencemarkan nama baik individu sekaligus merusak kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan.

“Ini sudah mengarah ke pembunuhan karakter. Kami yang pernah di sana tahu persis, isu itu tidak benar,” tambah AS dan RH.

Para mantan warga binaan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi sepihak yang tidak disertai bukti kuat dan konfirmasi dari sumber yang kredibel.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan fakta, data, maupun catatan resmi yang menguatkan tudingan adanya perlakuan khusus atau pelanggaran hukum sebagaimana isu yang beredar.

Klarifikasi para mantan warga binaan justru menjadi bukti kuat bahwa informasi tersebut adalah hoaks yang lahir dari spekulasi dan asumsi tanpa verifikasi dari mantan napi yang disinyalir dulu sewaktu sama sama di dalam pernah berselisih fahan dengannya.

Dengan demikian, publik diharapkan lebih bijak menyaring informasi serta tidak turut menyebarkan kabar yang belum tentu benar dan berpotensi menyesatkan.(red)

Berita Terkait

Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sumut Dukung Langkah BNN Dorong Pelarangan Total Peredaran Vape di Indonesia
Koperasi Desa Mau Naik Kelas: Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Tapi Pusat Ekonomi Warga
Pasca Ricuh Panipahan, Kapolda Riau Minta Maaf dan Dorong Pemulihan Kepercayaan Publik
Tahu dan Tempe Rutan Kelas I Medan Laris Diborong pada Semarak Bazar Produk WBP Peringatan HBP ke-62 Kanwil Ditjenpas Sumut
Lapas Sibolga Deklarasikan Komitmen Anti Narkoba, Pungli, dan Handphone Ilegal
Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi ‘Wake-Up Call’ Bersama
Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi, Kalapas Sibolga Sambangi Polres Tapanuli Tengah
Sebanyak 22,53 Kg Heroin Dimusnahkan, Polda Riau Nyatakan Perang Melawan Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:14

Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sumut Dukung Langkah BNN Dorong Pelarangan Total Peredaran Vape di Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 23:58

Koperasi Desa Mau Naik Kelas: Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Tapi Pusat Ekonomi Warga

Kamis, 16 April 2026 - 14:17

Pasca Ricuh Panipahan, Kapolda Riau Minta Maaf dan Dorong Pemulihan Kepercayaan Publik

Kamis, 16 April 2026 - 13:46

Tahu dan Tempe Rutan Kelas I Medan Laris Diborong pada Semarak Bazar Produk WBP Peringatan HBP ke-62 Kanwil Ditjenpas Sumut

Kamis, 16 April 2026 - 11:37

Lapas Sibolga Deklarasikan Komitmen Anti Narkoba, Pungli, dan Handphone Ilegal

Kamis, 16 April 2026 - 07:16

Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi, Kalapas Sibolga Sambangi Polres Tapanuli Tengah

Kamis, 16 April 2026 - 06:07

Sebanyak 22,53 Kg Heroin Dimusnahkan, Polda Riau Nyatakan Perang Melawan Narkoba

Rabu, 15 April 2026 - 14:24

Bapas Kelas I Medan Ikuti World Congress on Probation and Parole 2026 di Bali, Perkuat Transformasi Pemasyarakatan Berbasis HAM

Berita Terbaru