Sabang –
Semangat menjalani bulan suci Ramadan tidak menghalangi seorang bocah cerdas berusia lima tahun, Fawaz Al Munziri, untuk menimba pengalaman berharga melalui perjalanan wisata religi dan wisata alam ke Kota Sabang, Aceh.
Bocah yang berasal dari Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang tersebut melakukan perjalanan bersama ibundanya dalam suasana penuh kebersamaan dan keberkahan Ramadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan ini tidak hanya menjadi momen liburan, tetapi juga sarana pembelajaran spiritual dan pengenalan alam sejak usia dini.
Selama berada di Sabang, Fawaz yang merupakan putra semata wayang pasangan Firman – Sita ini terlihat sangat antusias menikmati berbagai destinasi wisata religi sekaligus keindahan alam yang menjadi kebanggaan daerah paling barat Indonesia itu.

Dengan penuh rasa ingin tahu, ia mengunjungi sejumlah tempat yang sarat nilai sejarah dan religius, sekaligus menikmati panorama alam yang memukau.
Ibunda Fawaz menyampaikan bahwa perjalanan ini sengaja dilakukan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada putranya di bulan Ramadan.

Selain mempererat hubungan antara ibu dan anak, wisata tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan Fawaz terhadap nilai-nilai keislaman serta keindahan alam Nusantara.
“Di bulan Ramadan ini kami ingin mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Selain berwisata, kami juga ingin mengenalkan kepada Fawaz tentang perjalanan religi serta keindahan ciptaan Allah SWT,” ujar sang ibu.

Meski masih sangat muda, Fawaz dikenal sebagai anak yang aktif, cerdas, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dalam setiap kunjungan tempat wisata, ia tampak penuh semangat bertanya dan mengamati berbagai hal yang ditemuinya.
Perjalanan religi dan wisata alam ini diharapkan menjadi kenangan indah sekaligus pengalaman berharga bagi Fawaz Al Munziri dalam mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan positif, menambah wawasan, serta memperkuat nilai-nilai keimanan sejak dini.
Di usia yang masih belia, langkah kecil Fawaz menapaki berbagai tempat penuh makna tersebut menjadi inspirasi bahwa belajar, mengenal alam, dan mendekatkan diri kepada Tuhan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.(red)
























